Tips Update AVG Anti Virus

Tips Update AVG Anti Virus

Berikut adalah artikel untuk AVG 7.5 Free Edition. Untuk AVG 8.0 Free edition, silahkan melihat artikel berikut :

Beberapa teman yang menggunakan AVG Anti Virus, mungkin mengalami kesulitan ketika mau update AVG. Atau sudah download update, tetapi ketika di klik update, muncul pesan bahwa tidak ditemukan update-nya, sehingga Internal Virus Database Out of date. Berikut penjelasan untuk update AVG Anti Virus.

Bagi Pengguna Online

Jika pengguna online, maka proses update sangat mudah. Seperti sebagian besar anti virus, AVG akan mengupdate sendiri. Defaultnya, AVG akan mengupdate setiap hari, mulai jam 08.00 sampai jam 09.59. Akan dicek apakah ada update terbaru. Jika ada maka file update akan didownload secara otomatis. kKrena proses update setiap hari, maka prosesnya akan sangat cepat, biasanya hanya beberapa KB saja dan memerlukan waktu yang singkat, kadang kurang dari 1 menit. Untuk merubah atau mengatur setting update otomatis ini, caranya :

  1. Buka AVG, pilih komponen Scheduler
  2. Klik Tombol Scheduled Task
  3. dan Pilih Update plain in Basic Mode, dan Klik Edit Schedule
  4. Disana bisa diatur mengenai update otomatis ini

Bagi Pengguna Offline (manual Update)

Jika tidak terhubung internet, maka sebelumnya kita perlu download file update yang telah disediakan. Bisa download dari alamat http://free.grisoft.com/ww.download-update-7 di bagian Priority updates. Disana disediakan beberapa update yang bisa kita pilih.

Tetapi sebelumnya kita harus mengenali versi AVG yang ada di komputer kita. Untuk mengetahuinya, buka AVG ( double klik icon avg yang ada di systray ( biasanya pojok kanan bawah), dan perhatikan keterangan di status bar programnya. Seperti contoh berikut :

versi avg

Setelah diketahui versi program dan database, maka kita buka alamat web untuk download file update yang diperlukan. Tampilannya seperti berikut (Priority Upedate) :

update-avg

Berikut penjelasannya

  • Bagian 1,2,3 dan 4 untuk mengupdate program AVG menjadi versi sesuai yang ditampilkan. Misalnya no 1 untuk mengupdate program AVG ( semua modul) menjadi versi 7.5.516. Khusus no 3 merupakajn update untuk Linux. Jika AVG anda versinya dibawah 7.5.516 maka sebaiknya download juga update nomor 1, nomor 2 dan 4 tidak perlu.
  • Update 5,6 dan 7 untuk mengupdate Database virus menjadi versi 269.19.20. Ini bisa disesuaikan dengan versi database virus pada program AVG yang ada dikomputer kita. Jika versi database virus lebih dari 269.0.0 dan kurang dari 269.19.0, maka download update nomor 6. Jika versinya sudah 269.19.0 atau diatasnya, maka cukup download nomor 5 ( yang berukuran paling kecil ). Sebaliknya jika versi virus database dibawah 269.0.0 maka download nomor 7.
  • Untuk update IAVI ( nomor 8 ) mempunyai ukuran yang paling besar. Jika release terakhir adalah update ini, maka agar AVG update ke versi terakhir, memang harus download file ini. Seperti tampilan diatas, update nomor 5,6, dan 7 hanya sampai tanggal 4 februari 2008, sedangkan nomor 8 sudah sampai tanggal 5 februari 2008.

Setelah file update ( berakhiran *.bin) sudah berhasil di download, maka langkah update dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Buka AVG, pilih Komponen Anti-Virus
  2. Klik Tombol Update, kemudian dari window yang muncul, klik tombol folder. dan cari dimana lokasi file yang telah kita download tadi. Maka akan muncul pesan bahwa Update baru telah ditemukan, dan muncul konfirmasi apakah akan diupdate, maka pilih Yes.
  3. Maka proses update akan berlangsung, tunggu sampai selesai

Keterangan

Jika ketika di klik tombol Update, AVG langsung mencoba update ke Internet, dan tidak ditampilkan pilihan apakah kita akan update langsung melalui Internet atau folder, maka bisa settingnya perlu diubah. Caranya pilih Komponen Update Manager ( di tampilan utama AVG ) dan klik tombol Properties. Hilangkan check di opsi Do not ask for the update source, kemudian klik Apply. Dan ulangi proses update.

Optional Update

Optional update diperlukan untuk mengupdate komponen selain database virus. Misalnya perbaikan program, perubahan atau tambahan lainnya. Jika database virus AVG sudah diupdate, tetapi icon AVG masih belum menandakan update (icon masih hitam/abu-abu), maka mungkin perlu download Optional update ini. Berikut contoh tampilan Optional Update :

optional-update-avg

Last Update 22 Mei 2008 (http://ebsoft.web.id)

Tips mencegah Virus menyerang/masuk komputer kita

Tips mencegah Virus menyerang/masuk komputer kita

Sebaik apapun antivirus yang kita gunakan + Update terbaru pun tidak menjamin komputer bebas dari virus, karena virus selalu berkembang dan update anti virus [sebagian besar] hanya mengikuti perkembangan virus itu sendiri ( jadi ketika virus sudah menyebar, kemungkinan anti virus bisa mendeteksi baru beberapa hari kemudian ). Tetapi Komputer tanpa anti virus jauh lebih rentan untuk terkena virus

Bagi sebagian besar pengguna, mungkin artikel ini sudah biasa dan bukan barang yang baru lagi, tetapi bagi pengguna biasa / awam mungkin dapat bermanfaat untuk mencegah virus masuk / menular ke PC kita. Mengingat perkembangan virus dalam negeri yang begitu pesat. Hal ini mungkin karena banyaknya [adanya] source code yang menjelaskan cara pembuatan virus yang dipublikasikan secara umum, yang mungkin maksudnya sekedar tukar informasi saja, tetapi diluar itu kemungkinan banyak yang mengembangkan sendiri untuk membuat virus dan memancing programmer untuk mencoba-coba.

Beberapa hal yang perlu di persiapkan untuk mencegah virus masuk/menular ke komputer kita adalah:

  • Gunakan antivirus yang senantiasa di update, paling tidak seminggu sekali, jika online maka aktifkan auto update pada antivirus
  • Non aktifkan fasilitas autorun pada komputer kita, sehingga CD-ROM maupun flashdisk yang kita masukkan ke komputer tidak langsung menjalankan file yang ada di dalamnya. Bagi yang belum tahu, bisa dilihat caranya disini
  • Tampilkan semua ekstensi file windows, termasuk file system windows. Caranya : Di windows explorer buka menu Tools > Folder Options… kemudian pilih tab view Kemudian pilih (aktifkan) opsi “show hidden files and folder”, hilangkan check pada pilihan “Hide extensions for known file types” juga hilangkan tanda check pada “Hide protected operating system files (Recommended)” .
  • Periksa setiap flashdisk yang dimasukkan apakah ada file autorun.inf, jika ada coba dilihat isinya, jika mengacu ke sebuah file .exe, .dll atau .scr yang aneh / hidden, segera hapus file-nya atau scan dengan antivirus
  • Ini yang mungkin sangat penting : Jika komputer digunakan oleh banyak orang, minta agar pengguna berhati-hati sebelum menjalankan sebuah file, jangan hanya melihat icon-nya, tapi melihat ekstensinya. Misalnya file itu dengan icon ms word, excel, gambar, mp3 dsb tetapi kok berekstensi .exe, .scr, .vbs, .bat atau tidak sesuai dengan iconnya, harap diwaspadai
  • Gunakan tools / program seperti autoruns untuk melihat file/program apa saja yang berjalan ketika windows diaktifkan. Jika ada program yang aneh segera tanyakan kepada orang yang lebih tahu. Tentang autoruns bisa dilihat disini
  • Semoga artikel ini bermanfaat, jika ada tambahan/masukan tips silahkan, diharapkan akan menambah keamanan dalam menggunakan komputer

Mencegah virus aktif dari autorun.inf dengan USB Firewall

Mencegah virus aktif dari autorun.inf dengan USB Firewall

USB Firewall

Seperti telah diketahui, penyebaran virus mayoritas berasal dari flashdisk atau media berbasis USB lainnya. Salah satu cara mencegahnya dengan mematikan fasilitas autorun windows (artikel sebelumnya). Tetapi bagi yang menginginkan cara lainnya atau ingin menambah agar lebih aman bisa menggunakan software gratis ini, USB Firewall.

Aplikasi buatan Net-Studio ini meskipun sederhana dan tetapi sesuai dengan namanya, mampu mencegah program berjalan tanpa sepengetahuan kita dari media seperti flashdisk.

USB FireWall akan mem-blok semua virus dan program lainnya yang mencoba menjalankan diri melalui Flashdisk, ketika kita memasang Flashdisk tersebut di komputer. Aplikasi ini akan berjalan di background (belakang) dan akan segera memberikan peringatan/tanda jika ada aplikasi berjalan melalui autorun. Selanjutnya sebelum program aktif kita dapat menghentikan dan menghapus file tersebut.

usb-firewall

Tidak seperti antivirus, USB Firewall tidak memerlukan update, karena bukan mendeteksi virus-nya tetapi mendeteksi pemicu penyebaran virus. USB Firewall juga bisa digunakan untuk membersihkan partisi hardisk lainnya ( misal drive D: E: dan lainnya) dari adanya aplikasi yang memanfaatkan autorun ini.

Pengoperasian

Setelah program ini di install, maka aplikasi akan berjalan di background. Jika ada flashdisk atau USB device yang dipasang dan ada file autorun.inf atau ada program yang ingin berjalan tanpa sepengetahuan kita, maka program akan aktif dan menginformasikan ke penggunanya. Selanjutnya kita dapat memilih opsi/menu yang telah disediakan.

usb-firewall-menu

  • Tombol Show Autorun.inf, untuk menampilkan isi file autorun.inf tersebut. Sehingga kita bisa mengetahui sebenarnya file ini akan menjalankan aplikasi apa. Mengenai autorun.inf, bisa membaca artikel tentang Mengenal lebih dekat Autorun.inf
  • Tombol Delete, untuk menghapus file autorun.inf dan file lainnya yang bisa berhubungan dengannya.
  • Tombol Cancel, untuk mengabaikan proses dan membiarkan jika ada file/aplikasi yang akan berjalan lewat autorun.inf
  • Tombol Minimize, untuk mengembalikan program berjalan di backround (belakang), tampil setelah kita klik tombol Delete atau Cancel

USB Firewall juga menyediakan menu/tombol Clean All Partition untuk melakukan scan dan menghapus file seperti autorun yang berada di drive hardisk (membersihkan drive-drive lainnya dari adanya file autorun)

USB Firewall 1.1.3 dapat diperoleh / download di link berikut : USB Firewall 1.1.3 (4.6 MB). Website resminya ( net-studio.org ) sebenarnya juga menyediakan link download, baik dalam bentuk exe atau rar, tetapi setelah saya coba, dua link yang disediakan tidak bisa di download.

Alternatif lainnya bisa menggunakan Antivirus untuk Flashdisk MxOne, yang bisa dibaca artikel : Antivirus gratis khusus Flashdisk dan Media berbasis USB

Mencegah virus aktif dari autorun.inf dengan USB Firewall

Mencegah virus aktif dari autorun.inf dengan USB Firewall

USB Firewall

Seperti telah diketahui, penyebaran virus mayoritas berasal dari flashdisk atau media berbasis USB lainnya. Salah satu cara mencegahnya dengan mematikan fasilitas autorun windows (artikel sebelumnya). Tetapi bagi yang menginginkan cara lainnya atau ingin menambah agar lebih aman bisa menggunakan software gratis ini, USB Firewall.

Aplikasi buatan Net-Studio ini meskipun sederhana dan tetapi sesuai dengan namanya, mampu mencegah program berjalan tanpa sepengetahuan kita dari media seperti flashdisk.

USB FireWall akan mem-blok semua virus dan program lainnya yang mencoba menjalankan diri melalui Flashdisk, ketika kita memasang Flashdisk tersebut di komputer. Aplikasi ini akan berjalan di background (belakang) dan akan segera memberikan peringatan/tanda jika ada aplikasi berjalan melalui autorun. Selanjutnya sebelum program aktif kita dapat menghentikan dan menghapus file tersebut.

usb-firewall

Tidak seperti antivirus, USB Firewall tidak memerlukan update, karena bukan mendeteksi virus-nya tetapi mendeteksi pemicu penyebaran virus. USB Firewall juga bisa digunakan untuk membersihkan partisi hardisk lainnya ( misal drive D: E: dan lainnya) dari adanya aplikasi yang memanfaatkan autorun ini.

Pengoperasian

Setelah program ini di install, maka aplikasi akan berjalan di background. Jika ada flashdisk atau USB device yang dipasang dan ada file autorun.inf atau ada program yang ingin berjalan tanpa sepengetahuan kita, maka program akan aktif dan menginformasikan ke penggunanya. Selanjutnya kita dapat memilih opsi/menu yang telah disediakan.

usb-firewall-menu

  • Tombol Show Autorun.inf, untuk menampilkan isi file autorun.inf tersebut. Sehingga kita bisa mengetahui sebenarnya file ini akan menjalankan aplikasi apa. Mengenai autorun.inf, bisa membaca artikel tentang Mengenal lebih dekat Autorun.inf
  • Tombol Delete, untuk menghapus file autorun.inf dan file lainnya yang bisa berhubungan dengannya.
  • Tombol Cancel, untuk mengabaikan proses dan membiarkan jika ada file/aplikasi yang akan berjalan lewat autorun.inf
  • Tombol Minimize, untuk mengembalikan program berjalan di backround (belakang), tampil setelah kita klik tombol Delete atau Cancel

USB Firewall juga menyediakan menu/tombol Clean All Partition untuk melakukan scan dan menghapus file seperti autorun yang berada di drive hardisk (membersihkan drive-drive lainnya dari adanya file autorun)

USB Firewall 1.1.3 dapat diperoleh / download di link berikut : USB Firewall 1.1.3 (4.6 MB). Website resminya ( net-studio.org ) sebenarnya juga menyediakan link download, baik dalam bentuk exe atau rar, tetapi setelah saya coba, dua link yang disediakan tidak bisa di download.

Alternatif lainnya bisa menggunakan Antivirus untuk Flashdisk MxOne, yang bisa dibaca artikel : Antivirus gratis khusus Flashdisk dan Media berbasis USB

Antivirus gratis khusus Flashdisk dan Media berbasis USB

Antivirus gratis khusus Flashdisk dan Media berbasis USB

Mx One antivirus

Seperti telah diketahui, bahwa flashdisk merupakan media yang paling sering digunakan sebagai penyebar virus, trojan, worm dan lainnya. Termasuk juga MP3, MP4 player, Memory Card dan media berbasis USB lainnya. Salah satu metode untuk mencegah aplikasi otomatis berjalan dari media tersebut adalah mematikan fasilitas autorun windows ( Bisa dibaca disini ).

Selain itu, antivirus biasanya juga otomatis mendeteksi Autorun yang ada di flashdiks, dan akan mengecek apakah ada virus atau tidak. Tetapi jika ingin cara lain dan lebih mudah untuk melindungi dari virus yang otomatis bisa berjalan dari flashdisk,Mp3/Mp4 player, ipod, MemoryCard (SD, MicroSD, MMC, Memori M2 dan sejenisnya) bisa mencoba freeware Mx One Antivirus

Mx One antivirus merupakan antivirus yang di design khusus untuk melindungi komputer dari virus yang sering menular dari flashdisk dan juga melindungi flashdisk iu sendiri dari berbagai virus, trojan, worm dan lainnya. Tampilannya sangat sederhana, sehingga cukup mudah bagi pengguna awam pun. Fasilitas selengkapnya sebagai berikut :

  • Melindungi dari Virus, Trojan, Worm dan lainnya
  • Kompatibel dengan antivirus lainnya, seperti NOD32, Kaspersky, BitDefender, AVG, Norton dan lainnya
  • Realtime protection
  • System “Check and Block” yang akan menetralkan semua virus yang akan menginfeksi media yang digunakan (seperti flashdisk), ketika dipasang di komputer yang terinfeksi virus, bahkan yang belum dikenal
  • Fasilitas “Guardian” untuk melindungi PC dari virus yang akan dijalankan dari flashdisk
  • Melindungi dari virus yang tidak dikenal dengan sistem “Check and Block”
  • Ukuran yang sangat kecil, hanya memerlukan sekitar 1 MB space
  • 100% Gratis

Mx One antivirus bisa di install di PC dan di flashdisk. Hanya saja ketika di install di flashdisk sepertinya kurang banyak bermanfaat, terutama ketika fasilitas autorun dimatikan. Tetapi jika di install di PC cukup membantu dan bermanfaat. Ketika saya mencoba memasukkan flashdisk yang tidak ada virusnya (bersih), maka mx one menampilkan bahwa flashdisk clean. Seperti berikut

MX One antivirus juga menyediakan update, baik secara online maupun offline. Antivirus ini berasal dari Perancis (Mexico), Tetapi keterangan cara update disertakan dengan bahasa Perancis. Website resmi dan keterangannya sebagian dalam bahasa Perancis (Mexico)

Cara Update Manual :
Download file update dari alamat yang ada dibawah. Kemudian, setelah selesai, ikuti langkah berikut :

  1. Buka file yang ada dalam zip
  2. Di Icon Mx One yang ada di sistem tray (pojok kanan bawah), klik dan pilih “Open Guardian”
  3. Pada bagian Update pilih tombol Update Offline kemudian cari file *.mou (MxOneGuardianUpdate.mou) dari yang ada di file update
  4. Setelah itu antivirus akan diupdate

Perlu diingat bahwa antivirus ini jika di install di PC khusus untuk melindungi penyebaran atau menular-nya virus dari media seperti flashdisk, SD, MicroSD, MP3/MP4 player dan media sejenisnya. Jadi tidak memproteksi sepenuhnya dari virus di PC (http://ebsoft.web.id)

Informasi Download
Download ( 1 MB)
Download Update ( ~270KB)
Kunjungi websitenya disini : http://www.mxone.net/en/

Membuat Bootable Linux dalam USB Flashdisk

Membuat Bootable Linux dalam USB Flashdisk

Bootable USB Linux

Mungkin banyak kita yang penasaran ingin mencoba berbagai distro Linux yang bisa didapatkan gratis. Tetapi kadang yang menjadi permasalahan adalah proses install yang bagi kebanyakan orang agak menyulitkan. Oleh karena itu, kita bisa mencoba membuat linux yang langsung berjalan dari USB Flashdisk.

Di beberapa distro, kita sudah bisa menjalankan linux dari CD, misalnya Ubuntu. Tetapi jika linux ada di flashdisk, tentu ini lebih memudahkan kita membawa sistem operasi ini kemana-mana. Termasuk juga jika tidak bisa boooting dari CD/DVD-ROM.

UNetBootin merupakan aplikasi open source yang berfungsi membuat bootable Live USB untuk berbagai distribusi Linux. Sehingga kita bisa menjalankan linux langsung dari USB Flashdisk tanpa memerlukan hardisk dan tidak mengganggu sistem atau data yang ada di hardisk.

unetbootin

Aplikasi ini bisa dijalankan di Windows 2000/XP/Vista atau linux. Distro linux yang bisa kita buat menjadi bootable melalui flashdisk adalah :

  • Ubuntu
  • Debian
  • Linux Mint
  • openSUSE
  • Arch Linux
  • Damn Small Linux
  • SliTaz
  • Puppy Linux
  • FreeBSD
  • NetBSD
  • Fedora
  • PCLinuxOS
  • Sabayon Linux
  • Gentoo
  • Zenwalk
  • Slax
  • Dreamlinux
  • Elive
  • CentOS
  • Mandriva
  • FaunOS
  • Frugalware Linux

Selain itu, UNetBootin juga dapat digunakan untuk membuat berbagai tools atau sistem utilities lainnya, seperti :

  • Parted Magic, software Partition manager untuk mengubah, memperbaiki, backup atau restore partisi hardisk.
  • Super Grub Disk, boot utility untuk memperbaiki dan restore permasalahan booting berbagai sistem operasi.
  • Backtrack utility untuk analisis jaringan
  • Ophcrack, utility untuk merecovery password windows
  • NTPasswd, utility untuk me-reset pasword windows dan mengedit registry
  • Gujin, Bootloader dengan antarmuka grafis (GUI) untuk booting berbagai sistem operasi
  • FreeDOS, untuk menjalankan flahs BIOS dan perintah-perintah DOS lainnya.

Selain itu, kita juga bisa menambahkan berbagai plugins lainnya. Selengkapnya tentang cara penambahan plugins, bisa dibaca di http://unetbootin.wiki.sourceforge.net/useplugin

Cara Penggunaan

UNetBootin, menyediakan fitur untuk langsung download Linux dari internet atau menggunakan file ISO (CD Image) yang sebelumnya sudah kita download. Flashdisk diperlukan berukuran 1 GB atau lebih besar dan menggunakan format file system FAT32. Aplikasi ini tidak perlu di install, tetapi langsung dijalankan saja. Berikut selengkapnya :

  1. Jalankan File UNetBotin.
  2. Jika ingin download langsung distro yang diinginkan, pilih dari daftar yang tersedia. Jika dari file ISO yang sudah di hardisk, pilih DiskImage, dan cari file ISO Image-nya
  3. Pilih drive USB yang tersedia.
  4. Klik OK untuk memulai proses
    unetbootin-process
  5. Tunggu proses copy data sampai selesai

Setelah selesai, maka bisa langsung dicoba dengan restart komputer dan jangan lupa mengeset Booting komputer di BIOS pertama kali lewat USB. Saya telah mencoba dengan Ubuntu 8.10 dan berhasil (memerlukan space sekitar 709 MB)


Download UNetBootin untuk Windows
( 3.8 MB)

Memperbaiki Hard disk yang terkena Bad Sector

Memperbaiki Hard disk yang terkena Bad Sector

Bad sector

Melanjutkan artikel sebelumnya “Periksa Kondisi Hard Disk Komputer Anda”, artikel ini akan membahas tentang bagaimana memperbaiki jika hard disk terkena bad sector. Jika belum mengerti apa itu bad sector dan bagaimana memeriksa kondisi hardisk, maka silahkan membaca artikel tersebut.

Bad Sector di hardisk secara umum ada 2 macam, yaitu mekanik/fisik dan software. Bad sector mekanik, yaitu seperti permukaan lempeng penyimpan data hardisk rusak secara fisik misal karena tergores, terkena debu, terkena benturan keras dan sebagainya. Sedangkan bad sector software bisa terjadi ketika hardisk sedang sibuk tiba-tiba mati, arus putus dan sebagainya.

Untuk Bad Sector yang berupa kerusakan fisik (mekanik), maka itu diluar pembahasan ini, karena hal itu biasanya tidak bisa (sangat sulit) diperbaiki. Jika masih ada garansi maka sebaiknya ditukarkan yang baru. Tetapi jika bad sector yang berupa software, maka kemungkinan masih bisa diperbaiki. Jadi pembahasan disini hanya berfokus bad sector secara software.

Bagaimana memperbaiki Bad Sector ?
!!.. Informasi Penting.. !!

Jika hardisk sudah terdeteksi terkena bad sector, maka langkah pertama adalah menyelamatkan data-data penting yang ada, baik di simpan di hardisk lain, di copy ke CD atau lainnya. Dan sebelum mengikuti langkah-langkah dibawah pastikan data-data penting sudah di backup.

Langkah Awal : Coba format drive atau hardisk yang terdapat bad sector dengan format biasa, misalnya melalui klik kanan di Windows Explorer dan pilih format. Terkadang hal ini bisa menghilangkan bad sector.

Jika langlah awal tersebut tidak berhasil maka bisa dicoba beberapa cara dengan beberapa software gratis berikut:

1. Easeus Partition Manager

Software gratis ini selain bermanfaat untuk membuat / mengedit partisi hardisk ( tampilan mirip Partition Magic), juga bisa digunakan untuk menghilangkan bad sector. Langkah-langkahnya sebagai berikut :

  1. Jalankan Program Easeus partition Manager
  2. Pilih drive yang kira-kira ada bad sectornya ( untuk memastikan ada bad sectornya bisa juga di scan melalui easeus ini denganklik kanan drive Pilih menu Advanced > Check Partition )
  3. Klik kanan, dan pilih Delete
  4. Ketika muncul informasi, maka pilih “Delete Partition and Delete Data”
  5. Kalau sudah selesai, klik menu Apply
  6. Tunggu sampai selesai.

Perlu diperhatikan, bahwa langkah ini hanya bisa dilakukan untuk drive selain windows. Dan pastikan datanya selalu diamankan /backup terlebih dahulu.

Easeus partition Manager bisa di download / didapatkan dari link berikut ( 7.93 MB) :
http://www.partition-tool.com/download.htm ( pastikan download yang Home Edition (gratis))

2. HDD Low Level Format Tools

Dengan software ini, maka hardisk bisa di format secara mendalam ( di istilahkan low level format). Perlu diperhatikan bahwa dengan low level format, maka semua data di hardisk akan hilang, dan tidak bisa di kembalikan/di recovery lagi. Tetapi cara ini biasanya akan lebih efektif menghilangkan bad sector.

Karena hardisk akan di format seluruhnya, maka hardisk yang akan di proses harus di format di komputer lain ( di lepas dan dipasang komputer lain). Atau jika ada 2 hardisk di komputer, maka hardisk yang tidak berisi windows bisa di format. Berikut langkahnya :

  1. Jalankan HDD Low Level Format tools
  2. Pilih Hardisk yang akan di format. Tentu yang tidak berisi sistem operasi windows. Selanjutnya klik Continue
  3. Pilih tab “LOW-LEVEL-FORMAT”, dan silahkan dibaca peringatan yang tampil
  4. Jika sudah yakin, maka klik “FORMAT THIS DEVICE”, dan tunggu sampai proses selesai.

Selain untuk hardisk (SATA< IDE atau SCSI), bisa juga untuk memformat Flashdisk, Flash card dan sejenisnya. HDD LOw level format bisa didapatkan/download dari link berikut :
HDD Low Level Format Tool langsung download versi DISINI (497 KB)

3. Menggunakan Software bawaan dari vendor hardisk.

Biasanya vendor seperti Seagate dan Western Digital, juga menyediakan software untuk menganalisa atau memperbaiki hardisk. Untuk hardisk seagate, maka bisa download tools seperti Seatools for Windows atau DOS. sedangkan untuk Western Digital bisa download tools “Wertern Digital lifeguard Diagnostics”.

Misalnya untuk Western digital, menyertakan fasilitas “WRITE ZEROS” untuk memperbaiki error seperti bad sector. Untuk Seagate, begitu di install, maka di bagian Help sudah dijelaskan cukup detail tentang manfaat dan penggunaannya.

Download Seatools (Seagate)
http://www.seagate.com/www/en-us/support/downloads/seatools

Western Digital
http://support.wdc.com/product/download.asp
http://www.softpedia.com/get/System/Hard-Disk-Utils/Western-Digital-DLG-Diagnostics.shtml

Partisi hardisk dengan Partition Wizard Home Edition

Partisi hardisk dengan Partition Wizard Home Edition

Partition wizard

Satu lagi koleksi software gratis baru untuk manajemen hardisk. Setelah pernah dibahas tentang Easeus Partition Manager dan Paragon Disk Manager 8.5, saat ini kita bisa menggunakan alternatif lainnya, yaitu Partition Wizard Home Edition. Selain gratis, program ini mendukung windows xp sampai windows 7, dengan berbagai fitur.

Apa saja fitur Partition Wizard Home Edition ini dan apa bedanya dengan program sejenis seperti Easeus Partition Manager?

partition-wizard-home-ed

Fitur-fitur Partition Wizard Home Edition :

  • Mendukung sistem operasi Windows 2000/XP/Vista/Windows7 (32 bit & 64 bit)
  • Mendukung RAID.
  • Menambah ukuran partisi untuk meningkatkan performa komputer.
  • Manajemen hardisk untuk mendapatkan performa komputer terbaik
  • Create , Delete dan Format partisi dengan langkah sederhana.
  • Disk Copy untuk proteksi atau transfer data.
  • Mendukung disk dan ukuran partisi lebih besar dari 2 TB.
  • Konversi format partisi dari FAT ke NTFS.
  • Partition Copy: Copy hardik ke hardisk lainnya.
  • Copy Disk Wizard: Copy seluruh konten hard disk ke hardisk lainnya, tanpa harus install ulang windows.
  • Disk Map – Tampilan visual tentang konfigurasi disk/partisi; menampilkan preview perubahan sebelum di jalankan.
  • Explore FAT/NTFS partition.
  • Hide/unhide partisi, set active partisi, Mengubah properti partisi

Jika melihat fitur di tampilan utamanya, maka baik menu atau tampilannya akan terlihat sama persis dengan Easeus Partition Manager. Bahkan mungkin akan terkesan bahwa itu merupakan program buatan programmer yang sama. Tetapi ada beberapa berbedaan atau tambahan fitur yang terdapat di menu utama

Beberapa fitur tambahan yang tidak tersedia di program Easeus Partition manager antara lain

– Menu untuk perbaikan Master Boot Record (MBR)
– Partition Recovery
– Wipe disk, menghapus data dengan lebih aman, sehingga sangat sulit atau hampir tidak mungkin di recovery lagi

Selain itu, fitur-fitur lainnya hampir sama dengan Easeus, bahkan termasuk informasi tampilannya juga mirip. Bisa program ini hanya merupakan pengembangan dari Easeus dengan beberapa fitur tambahan.

Download
Download dan informasi selengkapnya bisa didapatkan dari situs Partitionwizard (ukuran program sekitar 5.5 MB)

//
//

Optimasi dan merawat PC dengan Glary Utilities

Glary Utilities

Bagi yang pernah menggunakan TuneUp Utilities mungkin tidak asing dengan Glary Utilities. Software ini juga menyediakan versi gratis yang menyertakan berbagai fitur untuk mengoptimalisasi PC, memperbaiki error /kerusakan sistem/registry, meingkatkan kecepatan PC, melindungi file/folder, menghilangkan spyware dan berbagai fitur lainnya.

Selain itu, Glary utilities juga hanya memerlukan spesifikasi komputer yang ringan untuk bisa menjalankannya.

glary-utilities-main-1

Dengan fasilitas 1-Click Maintenance, kita bisa melakukan pembersihan registry (Registry Cleaner), Perbaikan shortcut, membersihkan start up yang berbahaya, membersihkan file temporary dan menghapus spyware. hal ini mirip dengan fasilitas 1-Click Maintenance dari TuneUp utilities atau Advanced System Care.

Dibandingkan dengan TuneUp Utilities 2007 yang pernah saya tulis sebelumnya, sepertinya Glary Utilities memiliki fitur lebih banyak. Berikut selengkapnya :

Clean Up & Repair

  • Disk Cleaner, untuk membersihkan file-file yang tidak terpakai di hardisk
  • Registry Cleaner, membersihkan registry untuk meningkatkan performa komputer
  • Shortcut Fixer, untuk memperbaiki error shortcut di desktop dan start menu
  • Uninstall Manager, alternatif untuk meng uninstall program di komputer

Optimize & improve

  • Startup Manager, untuk mengatur aplikasi apa saja yang berjalan di startup windows
  • Memory Manager, memonitor penggunaan RAM dan mengoptimasi-nya secara real time
  • Contect Menu Manager, mengatursaja yang boleh tampil di kontek menu ( menu ketika kita klik kanan mouse)
  • Registry Defrag, mengatur kembali tatanan registry windows

Privacy & Security

  • Track Eraser, menghapus jejak, cookies, internet history dan lainnya
  • File Shredder, untuk menghapus file secara permanen sehingga tidak bisa di recovery
  • File Undelete, mengembalikan file yang tidak sengaja terhapus
  • File Encrypter and Decrypter, untuk memproteksi file dari akses orang lain

File & Folder

  • Disk Analysis, menganalisa penggunaan space hardisk /drive
  • Duplicate Files Finder, untuk menemukan file-file yang sama/identik di hardisk, sehingga bisa dihapus salah satunya
  • Empty folders finder, menemukan folder-folder yang kosong sehingga bisa dihapus
  • File Splitter adn Joiner, membagi file yang berukuran besar dan menggabungkannya kembali

System Tools

  • Process Manager, alternatif pengganti Task Manager
  • Internet Explorer Assistant, mengatur, mengamankan dan konfigurasi browser internet explorer
  • Windows Standard Tools, akses ke beberapa fitur windows, yaitu : CheckDsk, Disk Defragmenter, System Restore, System File Checker dan Backup

Melihat berbagai fitur diatas, memang Glary Utilities menjadi pilihan selain TuneUp Utilities, selain karena menyediakan versi gratis. Meskipun beberapa fitur merupakan fitur biasa yang bisa ditemukan di berbagai software gratis lainnya, tetapi glary Utilities telah mampu menggabungkan berbagai fitur tersebut dalam satu software saja. Download Glary Utilities (5.38 MB) (ebsoft.web.id)

Cara me-repair (memperbaiki) Installasi Windows XP

Cara me-repair (memperbaiki) Installasi Windows XP

Repair windows XP

Ada kalanya pengguna komputer mengalami masalah dengan Windows atau sistemnya. Terkadang muncul masalah serius yang menyebabkan komputer tidak bisa booting atau file-file sistem windows rusak akibat virus. Jika ini terjadi biasanya ada dua pilihan: Install Ulang atau Repair Installasi Windows.

Kali ini akan dibahas bagaimana cara me-repair ( memperbaiki) installasi Windows Xp.

Teknik Repair ini memiliki keunggulan seperti data-data yang ada di sistem masih tetap utuh ( program-program yang terinstall di komputer juga masih tetap). Dan hal itu juga akan mempersingkat waktu, karena jika install ulang maka program yang ada termasuk driver harus di install ulang lagi. Jika program yang ada sangat banyak, maka akan menghabiskan waktu cukup lama.

Tetapi meskipun demikian, Install ulang Windows biasanya akan lebih “segar” bagi komputer kita, apalagi jika sebelumnya drive di format dulu, sehingga windows benar-benar seperti bayi yang baru lahir.. :)

Kesalahan yang sering terjadi ketika ingin me repair Installasi Windows XP adalah ketika muncul pilihan / menu installasi pertama kali, kita memilih Repair Using Recovery Console, sehingga yang tampil adalah aplikasi/window Command Prompt. Memang fitur ini bisa digunakan untuk memperbaiki beberapa error, tetapi yang kita inginkan adalah memperbaiki keseluruhan file-file sistem windows XP bukan dengan command prompt.

Langkah-langkah me-repair Installasi Windows XP

  1. Sebelumnya menjalankan langkah dibawah, pastikan BIOS komputer di set agar urutan booting pertama kali adalah CDROM dan catat Serial Number Windows XP.
  2. Masukkan CD Intallasi Windows XP, kemudian restart (reboot) komputer.
  3. Ketika muncul tulisan “Press any key to boot from CD“, tekan sembarang tombol di keyboard.
  4. Windows Setup akan melanjutkan dengan me-load file-file yang diperlukan dari CD.
  5. Setelah itu akan tampil “Welcome to Setup“, maka tekan ENTER (pilihan pertama).
    repair-windows-xp-01
  6. Setelah itu akan tampil Windows XP Licensing Agreement
  7. Tekan tombol F8 ( I Agree ) untuk melanjutkan
  8. Windows Setup akan mencari apakah sudah ada Installasi Windows XP.
  9. Jika sudah ada Installasi Windows XP, maka akan ditampilkan dalam daftar. Jika tidak ada, maka tidak akan bisa me-repair Installasi Windows XP ( harus install ulang) Jangan diteruskan jika belum tahu.
  10. Setelah ditemukan, maka dipilih (select) Windows XP yang di inginkan dan tekan tombol R untuk me-repair Installas windows XP tersebut.
    repair-windows-xp-02
  11. Tunggu sampai selesai sampai komputer minta restart.
  12. Setelah restart, dan muncul menu Press any key to boot from CD maka jangan tekan tombol apapun. Ikuti kelanjutan proses repair sampai selesai.

Setelah selesai dan komputer restart, maka Installasi windows XP sudah berhasil di perbaiki, dan program/aplikasi yang sudah ada, driver hardware dan data akan tetap ada dan berjalan normal, tanpa perlu di install lagi. Kecuali aplikasi yang mengubah file sistem windows seperti Vista Transformation Pack dan sejenisnya. Kalau menggunakan aplikasi seperti ini maka perlu di install ulang (ebsoft.web.id)

« Older entries
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.